mengapa perlu dizahirkan kekecewaan saat ia mampu disimpan? perlukah ditunjuk rasa yang bergejolakan sedangkan ia nafsu semata yang sifatnya hanya sementara sebelum lenyap disimbah kesabaran...
apa perlunya menitiskan air mata dibirai katil saat sendiri kalau ia hanya menambah runsing di hati? adakah ia cara meluah rasa berbuku di hati?
namun tidakkah hipokrit kalau begini? diam apabila jiwa berteka-teki walau hati bagai dihiris belati? atau bertarung dengan persoalan demi persoalan walau jawabnya, bukan yang diminta... kau persoalkan pula... adakah jawapan atau pemuas hati yang dicari?
hakikatnya keduanya juga bukan... yang dicari adalah sekelumit kejujuran..
kalau kuluahkan dapat ku baca gerak hatimu, pasti ku dicerna penuh syakwasangka.. kalau kubaca sms mu, pasti ku kau kata mencampuri urusan privasymu... kalau kutanya soalan lain dr biasa, katamu soalan ku aneh dan luar biasa (pelik2)... (adakah benar aku manusia yang pelik kerana mengambil tahu demi kesejahteraanmu?)
aku akui manusia itu sifatnya tidak sempurna.. tidak juga aku mengharapkan kesempurnaan darimu... malah aku juga tidak sempurna.. malah tidak mampu menjadi sempurna di matamu seperti mana yang kau impikan.. dan aku juga tahu, kau juga tidak mampu utk berbuat itu demi memenuhi kehendakku...
- wanita ini halus nalurinya (walau ada masanya ia didorong curiga)
- wanita ini sebenarnya lebih sabar dari lelaki walau sejauh mana lelaki itu mengatakan dia sabar
- wanita sebenarnya lebih kuat menyembunyikan perasaannya walau ada masanya dia suka meluahkan
- walau bukan dengan kebendaan dan keringat, wanita itu sifatnya penuh dengan pengorbanan....
-------kata-kataku ini sekadar luahan... namun kuharap ia tidaklah dikesampingkan...
- jgn terlihatkan seperti aku yang meminta kalau kamu memang ingin memberi...
- jgn juga jadikan keinginanmu.. namun perbuatannya bersandarkan diriku... KERANA ruang keikhlasan itu harusnya datang dari hatimu dan disusuli oleh perbuatanmu.. (walau aku jujur menyukainya, namun terdetik juga rasa kecewa....)
- jgn juga kau jadikan kekuranganmu sebagai kesilapanku apabila bibirku lancang bertanya itu dan ini...
bunyi zalim dan mementingkan diri sendiri kerana yang ditegur hanya kau.. yang kurang hanya kau...
suka aku nyatakan di sini, aku juga penuh kekurangan...
aku gagal mengawal emosi bila aku kecil hati, aku mudah terdorong dengan rasa amarahku bila ia melibatkan soal keinginan dan hakku.. aku mudah curiga (itu katamu.. walau ada masanya aku kira, firasatku jarang membohongi aku),aku sering mahu menang kata kau (walau aku sendiri hairan, banyak kali juga aku mengalahkan? mungkin kau tidak sedar), aku sering terburu-buru dalam membuat keputusan, aku sering mengadu walau hal kecil, aku sering merajuk kalau keinginanku tidak dituruti walau sifatnya hanya sementara, aku sering mahu dimanja walau tidak kena masanya... dan banyak lagi kekurangan yang terlupa utk aku catatkan